KH Nor Muin, seorang lelaki low profile, telah menjadi pengajar dalam Pembinaan Kepribadian TPA Khusus Istiqomah Rutan Kelas IIB Pelaihari sejak 2023. Dalam program ini, ia membimbing sekitar 130 warga binaan yang mengikuti pembinaan keagamaan, dengan fokus pada pembelajaran Al-Qur’an. Melalui pendekatannya yang unik, Muin berhasil menggerakkan literasi Al-Qur’an di kalangan warga binaan.
Gerakan Literasi Al-Qur’an di Rutan Pelaihari
Sebagai pengajar dengan peran dominan, Muin bersama dua pengajar lainnya membagi peserta menjadi beberapa kelompok. Setiap pertemuan diikuti sekitar 30 warga binaan. Berbeda dengan dua pengajar lainnya yang khusus mengajarkan pembacaan Al-Qur’an, Muin menangani peserta dari tingkat paling dasar, yakni Iqra sekaligus baca tulis Al-Qur’an. Tantangan terberatnya adalah menangani peserta yang sama sekali tidak mengenal huruf hijaiyah.
“Kalau membaca huruf latin bisa, tetapi huruf Arab benar-benar belum mengenal,” tuturnya saat diwawancarai. Pembelajaran berlangsung di Masjid Istiqomah yang berada di lingkungan Rutan Kelas IIB Pelaihari. Satu demi satu huruf hijaiyah diajarkan. Ada yang masih mengeja, ada yang masih keliru membedakan bentuk huruf, bahkan ada yang benar-benar memulai dari nol.
Momen-Momen Mengharukan
Namun, bagi Muin, tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Dengan penuh kesabaran, ia mengulang pelajaran hingga murid-muridnya perlahan mampu mengenali huruf, menyambung bacaan, hingga akhirnya membaca Al-Qur’an meski belum sepenuhnya lancar. Momen yang paling mengharukan baginya adalah ketika melihat seorang warga binaan yang sebelumnya buta huruf hijaiyah akhirnya mampu membaca Al-Qur’an.
Meski bacaannya masih terbata-bata, air mata haru dan rasa syukur tak mampu disembunyikan. Ucapan terima kasih dari para warga binaan menjadi hadiah terbesar bagi dirinya. “Mereka sangat berterima kasih dan saya merasa bahagia ketika melihat mereka bisa membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.
Mengapa dan Dampak
Program TPA Khusus Istiqomah ini memiliki latar belakang yang kuat, yaitu membantu warga binaan meningkatkan kemampuan keagamaan dan memperbaiki diri. Sebagian besar muridnya merupakan warga binaan kasus narkotika, namun di balik status hukum itu, ia melihat pribadi-pribadi yang memiliki keinginan kuat untuk berubah.
Ke depannya, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga binaan. Dengan meningkatnya kemampuan keagamaan, diharapkan mereka dapat menjadi lebih baik dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih cerah.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Selama lebih dari tiga tahun mengajar, Muin mengaku menemukan banyak pelajaran hidup. Ia berharap, melalui program ini, warga binaan dapat terus meningkatkan kemampuan keagamaan dan menjadi lebih baik. Bagi Muin, tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an, dan ia berkomitmen untuk terus mendampingi warga binaan dalam perjalanan spiritual mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1368688/kenalkan-baca-tulis-al-quran-di-rutan-pelaihari-kh-nor-muin-rela-berikan-sarung-hingga-baju, without altering the facts of the original article.